VIVAnews - Kali Code kembali meluap. Banjir di sungai yang membelah kota Yogyakarta ini membawa material lahar dari Gunung Merapi. Sejumlah rumah warga yang berada di beberapa titik bantaran sungai terendam hingga satu meter.
Sekretaris RW 01 Romomangun, Kota Baru, Yogyakarta, Ariyanto mengatakan luapan sungai ini membawa batang-batang pohon bambu. "Kemungkinan ini batang bambu ini bukan berasal dari Merapi, tapi dari sepanjang bantaran Sungai Boyong," kata dia, Senin 6 Desember 2010.
Di wilayahnya, sudah ada satu rumah yang terendam air bercampur lahar dingin setinggi satu meter. Semua warga, kata dia, sudah siap-siap untuk luapan yang lebih tinggi lagi karena hingga kini hujan masih mengguyur lereng Merapi meski intensitasnya menurun. Kondisi ini diperparah dengan hujan lebat yang masih terjadi di kota Yogyakarta sejak tiga jam lalu.
"Anak dan perempuan sudah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi," kata dia.
Sementara kampung di seberang Romomangun tak lebih baik. Salah satu warga Jogoyudan, Gowongan, Lina Situmorang mengatakan air sudah masuk rumah-rumah warga. "Saya sampai harus mengungsi ke masjid Darussalam," kata dia. Di beberapa titik, kata dia.
Warga pun meminta bantuan pemerintah untuk menghadapi bencana susulan dari Gunung Merapi ini. Apalagi beberapa warga mulai terserang penyakit kulit dan pernafasan. Warga yang sakit ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito.
Laporan: Erick Tanjung | Yogyakarta
• VIVAnews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar