SK pengguman Seleksi Administrasi :
http://www.ziddu.com/download/12887734/HasilSeleksiBahanCPNSD2010.doc.html
Untuk melihat nama-nama peserta yang lulus silahkan KLIK disini :
http://www.ziddu.com/download/12887735/PelamarTMSKeseluruhan.xls.html
atau silakan Kunjungi : http://bimakab.go.id
justice
Rabu, 08 Desember 2010
HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PELAMAR UMUM CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2010
Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Pengadaan CPNSD Kabupaten Lombok Timur Formasi Tahun 2010 Nomor : 871 / 2053 / PEGDIKLAT / 2010 tanggal 3 Desember 2010 tentang Penetapan Nama-Nama Pelamar Umum Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Lombok Timur Yang Dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Tahun 2010, dengan ini di umumkan kepada seluruh pelamar umum Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kabupaten Lombok Timur Tahun 2010 hal-hal sebagai berikut :
1. Daftar nama pelamar umum Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kabupaten Lombok Timur yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan Memenuhi Syarat (MS) untuk mengikuti Tes Tertulis/Akademik adalah sesuai Keputusan Panitia Pengadaan CPNSD Kabupaten Lombok Timur Formasi Tahun 2010 Lampiran I;
2. Daftar nama pelamar umum Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kabupaten Lombok Timur yang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS) adalah sesuai Keputusan Panitia Pengadaan CPNSD Kabupaten Lombok Timur Formasi Tahun 2010 Lampiran II.
Untuk Lebih Lengkapnya silahkan KLIK disini :
Untuk Surat pengumuman silakan klik http://www.ziddu.com/download/12887455/SKPengumumanAdmCPNS2010Umum.pdf.html
Daftar Pelamar Umum Tenaga Kesehatan Yang Memenuhi Syarat (MS) :
http://www.ziddu.com/download/12887458/PengumumanAdmDikesNteknis.pdf.html
Daftar Pelamar Umum Tenaga Teknis Yang Memenuhi Syarat (TMS) :
http://www.ziddu.com/download/12887457/MSTeknis.pdf.html
Daftar Pelamar Tenaga Guru Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS):
http://www.ziddu.com/download/12887453/PengumumanAdmGuru1.pdf.html
Pelamar Yang Tidak Memenuhi Syarat Administrasi :
Daftar Pelamar Umum Tenaga Kesehatan Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS):
http://www.ziddu.com/download/12887456/TLKesehatan.pdf.html
Daftar Pelamar Umum Tenaga Teknis Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) :
http://www.ziddu.com/download/12887454/TLTeknis.pdf.html
Daftar Pelamar Tenaga Guru Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS):
http://www.ziddu.com/download/12887452/TLGuru.pdf.html
1. Daftar nama pelamar umum Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kabupaten Lombok Timur yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan Memenuhi Syarat (MS) untuk mengikuti Tes Tertulis/Akademik adalah sesuai Keputusan Panitia Pengadaan CPNSD Kabupaten Lombok Timur Formasi Tahun 2010 Lampiran I;
2. Daftar nama pelamar umum Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kabupaten Lombok Timur yang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS) adalah sesuai Keputusan Panitia Pengadaan CPNSD Kabupaten Lombok Timur Formasi Tahun 2010 Lampiran II.
Untuk Lebih Lengkapnya silahkan KLIK disini :
Untuk Surat pengumuman silakan klik http://www.ziddu.com/download/12887455/SKPengumumanAdmCPNS2010Umum.pdf.html
Daftar Pelamar Umum Tenaga Kesehatan Yang Memenuhi Syarat (MS) :
http://www.ziddu.com/download/12887458/PengumumanAdmDikesNteknis.pdf.html
Daftar Pelamar Umum Tenaga Teknis Yang Memenuhi Syarat (TMS) :
http://www.ziddu.com/download/12887457/MSTeknis.pdf.html
Daftar Pelamar Tenaga Guru Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS):
http://www.ziddu.com/download/12887453/PengumumanAdmGuru1.pdf.html
Pelamar Yang Tidak Memenuhi Syarat Administrasi :
Daftar Pelamar Umum Tenaga Kesehatan Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS):
http://www.ziddu.com/download/12887456/TLKesehatan.pdf.html
Daftar Pelamar Umum Tenaga Teknis Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) :
http://www.ziddu.com/download/12887454/TLTeknis.pdf.html
Daftar Pelamar Tenaga Guru Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS):
http://www.ziddu.com/download/12887452/TLGuru.pdf.html
PENGUMUMAN LULUS SELEKSI ADMINISTRASI CPNSD KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2010
Untuk melihat nama-nama peserta yang lolos silahkan KLIK disini :
http://www.ziddu.com/download/12887595/LAMPIRAN_PENGUMUMAN_LULUS_ADM.pdf.html
atau kunjungi : http://www.sumbawakab.go.id
http://www.ziddu.com/download/12887595/LAMPIRAN_PENGUMUMAN_LULUS_ADM.pdf.html
atau kunjungi : http://www.sumbawakab.go.id
PENGUMUMAN SELEKSI WAWANCARA DAN PSIKOTES CPNSD 2010 Kabupaten Sumbawa Barat
untuk melihat hasil seleksi wawancara CPNSD Tahun2010 kabupaten Sumbawa barat dapat silakan di download di bawa ini :
1. http://www.ziddu.com/download/12887296/TenagaGuru.pdf.html
2. http://www.ziddu.com/download/12887295/TenagaKesehatan.pdf.html
3. http://www.ziddu.com/download/12887297/TenagaTeknis.pdf.html
atau
http://www.mediafire.com/?tgvrsop443bdg
Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Jln. Bung Karno Komplek Kemutar Telu Center (KTC) Telp. 0372-81784 Fax. 0372-81493 Taliwang.
1. http://www.ziddu.com/download/12887296/TenagaGuru.pdf.html
2. http://www.ziddu.com/download/12887295/TenagaKesehatan.pdf.html
3. http://www.ziddu.com/download/12887297/TenagaTeknis.pdf.html
atau
http://www.mediafire.com/?tgvrsop443bdg
Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Jln. Bung Karno Komplek Kemutar Telu Center (KTC) Telp. 0372-81784 Fax. 0372-81493 Taliwang.
Senin, 06 Desember 2010
Kali Code Meluap, Pemukiman Warga Terendam
VIVAnews - Kali Code kembali meluap. Banjir di sungai yang membelah kota Yogyakarta ini membawa material lahar dari Gunung Merapi. Sejumlah rumah warga yang berada di beberapa titik bantaran sungai terendam hingga satu meter.
Sekretaris RW 01 Romomangun, Kota Baru, Yogyakarta, Ariyanto mengatakan luapan sungai ini membawa batang-batang pohon bambu. "Kemungkinan ini batang bambu ini bukan berasal dari Merapi, tapi dari sepanjang bantaran Sungai Boyong," kata dia, Senin 6 Desember 2010.
Di wilayahnya, sudah ada satu rumah yang terendam air bercampur lahar dingin setinggi satu meter. Semua warga, kata dia, sudah siap-siap untuk luapan yang lebih tinggi lagi karena hingga kini hujan masih mengguyur lereng Merapi meski intensitasnya menurun. Kondisi ini diperparah dengan hujan lebat yang masih terjadi di kota Yogyakarta sejak tiga jam lalu.
"Anak dan perempuan sudah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi," kata dia.
Sementara kampung di seberang Romomangun tak lebih baik. Salah satu warga Jogoyudan, Gowongan, Lina Situmorang mengatakan air sudah masuk rumah-rumah warga. "Saya sampai harus mengungsi ke masjid Darussalam," kata dia. Di beberapa titik, kata dia.
Warga pun meminta bantuan pemerintah untuk menghadapi bencana susulan dari Gunung Merapi ini. Apalagi beberapa warga mulai terserang penyakit kulit dan pernafasan. Warga yang sakit ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito.
Laporan: Erick Tanjung | Yogyakarta
• VIVAnews
Sekretaris RW 01 Romomangun, Kota Baru, Yogyakarta, Ariyanto mengatakan luapan sungai ini membawa batang-batang pohon bambu. "Kemungkinan ini batang bambu ini bukan berasal dari Merapi, tapi dari sepanjang bantaran Sungai Boyong," kata dia, Senin 6 Desember 2010.
Di wilayahnya, sudah ada satu rumah yang terendam air bercampur lahar dingin setinggi satu meter. Semua warga, kata dia, sudah siap-siap untuk luapan yang lebih tinggi lagi karena hingga kini hujan masih mengguyur lereng Merapi meski intensitasnya menurun. Kondisi ini diperparah dengan hujan lebat yang masih terjadi di kota Yogyakarta sejak tiga jam lalu.
"Anak dan perempuan sudah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi," kata dia.
Sementara kampung di seberang Romomangun tak lebih baik. Salah satu warga Jogoyudan, Gowongan, Lina Situmorang mengatakan air sudah masuk rumah-rumah warga. "Saya sampai harus mengungsi ke masjid Darussalam," kata dia. Di beberapa titik, kata dia.
Warga pun meminta bantuan pemerintah untuk menghadapi bencana susulan dari Gunung Merapi ini. Apalagi beberapa warga mulai terserang penyakit kulit dan pernafasan. Warga yang sakit ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito.
Laporan: Erick Tanjung | Yogyakarta
• VIVAnews
Minggu, 05 Desember 2010
Putusan Pidana MA
# http://www.ziddu.com/download/12786113/pKPID2006.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786113/pKPID2006.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786111/KPID2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786110/KPIDt2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786109/PKPID2008.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786108/KPID20071.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786107/pKPID2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786106/KPIDth2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786105/1KPID2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786104/KPID2008.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786113/pKPID2006.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786111/KPID2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786110/KPIDt2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786109/PKPID2008.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786108/KPID20071.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786107/pKPID2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786106/KPIDth2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786105/1KPID2007.pdf.html
# http://www.ziddu.com/download/12786104/KPID2008.pdf.html
Senin, 15 November 2010
Penggumumn PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) DARI PELAMAR UMUM DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2010
P E N G U M U M A N
NOMOR : 871/1915/PEGDIKLAT/2010
TENTANG
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) DARI PELAMAR UMUM
DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2010
Berdasarkan Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Republik Indonesia Nomor : B / 2262 / M.PAN-RB / 10 / 2010 tanggal, 8 Oktober 2010,
tentang Persetujuan Rincian Tambahan Alokasi Formasi CPNS Daerah Tahun 2010, maka dengan
ini diumumkan kepada seluruh masyarakat, bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan
menerima pendaftaran penerimaan CPNS Daerah Formasi Tahun 2010
NOMOR : 871/1915/PEGDIKLAT/2010
TENTANG
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) DARI PELAMAR UMUM
DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2010
Berdasarkan Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Republik Indonesia Nomor : B / 2262 / M.PAN-RB / 10 / 2010 tanggal, 8 Oktober 2010,
tentang Persetujuan Rincian Tambahan Alokasi Formasi CPNS Daerah Tahun 2010, maka dengan
ini diumumkan kepada seluruh masyarakat, bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan
menerima pendaftaran penerimaan CPNS Daerah Formasi Tahun 2010
Pengumuman Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2010,
P E N G U M U M A N
NOMOR : 811.3 / 7345 / BKD / 2010
Berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 598 Tahun 2010 Tanggal
29 Oktober 2010 tentang Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Provinsi Nusa
Tenggara Barat Tahun Anggaran 2010, dengan ini diumumkan kepada seluruh masyarakat NTB,
bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil
Daerah sejumlah 264 orang dari Pelamar Umum dengan rincian sebagaimana daftar terlampir :
Pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah dilaksanakan pada tanggal 15
s.d 29 November 2010 (stempel pos). Persyaratan selengkapnya dapat dilihat di papan pengumuman
pada :
1. Bagian Humas Sekretariat Daerah Provinsi NTB di Jln. Penjanggik No.12 Mataram;
2. Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB di Jln. Pendidikan No.59 Mataram;
3. Dinas Kesehatan Provinsi NTB di Jln. Amir Hamzah No. 10 Mataram;
4. Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB di Jln. Ahmad Yani Selagalas;
5. Rumah Sakit Umum Provinsi NTB di Jln. Pejanggik No. 6 Mataram;
6. Inspektorat Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
7. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
8. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
9. Dinas Sosial, Kependudukan dan Cacatan Sipil Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
10. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
11. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB di Jln. Majapahit Mataram;
12. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB. di Jln. Majapahit Mataram;
13. Dinas Kehutanan Provinsi NTB di Jln. Majapahit Mataram;
14. Badan Perpustakan dan Arsip Provinsi NTB. di Jln. Majapahit Mataram;
15. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. di Jln. Udayana Mataram;
16. Dinas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi NTB di Jln. Udayana Mataram;
17. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB di Jl. Pendidikan Mataram;
18. Harian Lombok Pos di Jln.TGH. Faisal Cakranegara;
19. Radio Republik Indonesia (RRI) di Jln. Langko Mataram;
20. Kantor Post Mataram di Jln. Sriwijaya Mataram;
21. Koni Nusa Tenggara Barat di Jln.TGH. Faisal GOR Turide Cakranegara;
22. Dapat diakses melalui : http://www.ntb.go.id.
NOMOR : 811.3 / 7345 / BKD / 2010
Berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 598 Tahun 2010 Tanggal
29 Oktober 2010 tentang Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Provinsi Nusa
Tenggara Barat Tahun Anggaran 2010, dengan ini diumumkan kepada seluruh masyarakat NTB,
bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil
Daerah sejumlah 264 orang dari Pelamar Umum dengan rincian sebagaimana daftar terlampir :
Pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah dilaksanakan pada tanggal 15
s.d 29 November 2010 (stempel pos). Persyaratan selengkapnya dapat dilihat di papan pengumuman
pada :
1. Bagian Humas Sekretariat Daerah Provinsi NTB di Jln. Penjanggik No.12 Mataram;
2. Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB di Jln. Pendidikan No.59 Mataram;
3. Dinas Kesehatan Provinsi NTB di Jln. Amir Hamzah No. 10 Mataram;
4. Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB di Jln. Ahmad Yani Selagalas;
5. Rumah Sakit Umum Provinsi NTB di Jln. Pejanggik No. 6 Mataram;
6. Inspektorat Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
7. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
8. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
9. Dinas Sosial, Kependudukan dan Cacatan Sipil Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
10. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB di Jln. Pejanggik Mataram;
11. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB di Jln. Majapahit Mataram;
12. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB. di Jln. Majapahit Mataram;
13. Dinas Kehutanan Provinsi NTB di Jln. Majapahit Mataram;
14. Badan Perpustakan dan Arsip Provinsi NTB. di Jln. Majapahit Mataram;
15. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. di Jln. Udayana Mataram;
16. Dinas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi NTB di Jln. Udayana Mataram;
17. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB di Jl. Pendidikan Mataram;
18. Harian Lombok Pos di Jln.TGH. Faisal Cakranegara;
19. Radio Republik Indonesia (RRI) di Jln. Langko Mataram;
20. Kantor Post Mataram di Jln. Sriwijaya Mataram;
21. Koni Nusa Tenggara Barat di Jln.TGH. Faisal GOR Turide Cakranegara;
22. Dapat diakses melalui : http://www.ntb.go.id.
Jumat, 12 November 2010
Stephen Tong: Umat Kristen Ambon Jaga Kedamaian Pascakonflik 1999
mbon (ANTARA News) - Pendiri Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI), Pendeta (Pdt) DR Stephen Tong mengimbau umat Kristen Kota Ambon agar tetap memelihara kedamaian yang tercipta pascakonflik horizontal tahun 1999.
"Lupakan pembunuhan di masa lalu. Dengan mengingat cinta kasih Kristus melalui kematian-Nya, marilah kita hidup saling mengasihi," kata Stephen Tong dalam khotbah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Umum, di Ambon, Jumat malam.
Menurut Stephen, umat Kristen di Ambon harus senantiasa menjadi pengikut Kristus yang setia dengan menjadi teladan melalui berbagai hal positif.
"Jadilah saksi dan wakil Kristus di dunia melalui keteladanmu yang melahirkan Kota Ambon yang baru dan terberkati dalam perdamaian yang terus terjaga antar umat beragama," ujarnya.
Stephen Tong yang juga pendiri Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) pada tahun 1990 ini juga mengingatkan umat untuk selalu mempraktekkan lima hal yang memperkuat iman Kristiani.
"Rajin bersekutu dalam ibadah, membaca Alkitab, berdoa, berusaha hidup dalam kesucian dan membawa kembali orang lain ke jalan Tuhan," ujarnya.
Walaupun berada dalam kondisi yang tidak sehat, Stephen Tong tetap meneruskan KKR yang sudah berlangsung sejak tanggal 10 November lalu, sehingga sempat memutarkan rekaman khotbah tentang pemahaman Tritunggal sebelum memberikan penjelasan lanjutan kepada ribuan warga yang hadir.
Koordinator Bidang Lapangan Panitia KKR Ambon 2010, Cornel Huwae mengatakan, KKR bertajuk KKR Ambon 2010 ini merupakan bagian tanggung jawab pembangunan mental spiritual STEMI untuk umat Kristen.
"Ada tiga kegiatan yang dilakukan STEMI dalam KKR ini yakni KKR Umum sejak 10-12 November, KKR Siswa pada 12 November, dan Seminar bagi para hamba Tuhan dan berbagai kalangan profesi pada 11 November," katanya.
Cornel mengatakan, antusias warga sangat tinggi, terutama pada KKR Umum yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Kecamatan Nusaniwe itu.
"Hari pertama jumlah warga sekira 4.000-an orang, hari kedua 2.000-an dan yang terbanyak adalah hari ini yang mencapai 5.000-an. Lihat saja 5.000 kursi yang kami sediakan tidak mencukupi jumlah peserta yang datang," katanya.
Dia menambahkan selain dukungan pemerintah Kota Ambon, KKR Ambon 2010 ini juga didukung oleh berbagai pimpinan dan anggota dedominasi gereja yang ada di Ambon.
Pantauan ANTARA, para peserta KKR Umum yang memilih berdiri atau duduk mengitari lapangan karena tidak mendapatkan kursi, tetap menyimak rangkaian acara KKR yang berlangsung selama empat jam itu. Umumnya mereka adalah para remaja dan pemuda.
Secara terpisah, Hendrik Manusiwa, salah seorang peserta KKR Umum yang berdomisili di Batu Gajah, Kecamatan Sirimau, mengakui terkesan dengan materi KKR yang disampaikan Stephen Tong.
"Saya mendapatkan penyegaran pengetahuan Kristen yang baru sebagai pedoman hidup setelah mengikuti KKR ini sejak hari pertama," kata jemaat Gereja Gema Injili itu yang datang bersama putrinya itu.
Dalam KKR Ambon 2010, STIEM juga menjual 1.754 eksemplar buku rohani Kristen yang diterbitkan Momentum Christian Literature dengan kisaran harga antara Rp6.500 hingga Rp350.000. Dari 192 judul buku yang tersedia, 43 diantaranya merupakan hasil karya Stephen Tong.
Selain buku, dijual pula 1.297 buah DVD, VCD, CD dan kaset berisikan KKR Stephen Tong, seminar, konser musik klasik maupun aneka seri pembinaan iman Kristen yang beberapa diantaranya tidak hanya tersedia dalam bahasa Indonesia tetapi Inggris dan Mandarin.
Sebelumnya, Stephen Tong pernah mendatangi ibu kota Provinsi Maluku ini pada tahun 1986. Selain di Ambon, dia juga telah menyelenggarakan rangkaian KKR di sejumlah kota di Papua yakni Waimena (5 November 2010), Jayapura (6-8 November) dan Sentani (9 November 2010).
Selanjutnya, pria berkewarganegaraan Indonesia kelahiran 1940 di Xiamen, Provinsi Fujian, Republik Rakyat Cina (RRC) ini berencana akan melaksanakan khotbah selama lima hari di Singapura, dua minggu mendatang.
Stephen Tong telah menjadi penginjil sejak berusia 17 tahun dan mengajar teologi dan filosofi 25 tahun di Seminari Alkitab Asia Tenggara di Malang. Saat ini mengajar di Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) di Jakarta.
Sebagai pendeta, dia memiliki pengetahuan luas di bidang seni, musik, filsafat, sejarah dan arsitektur. Dia telah menulis banyak lagu gereja, menulis banyak buku rohani dan merancang beberapa bangunan gereja.
Seminar-seminarnya diadakan di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta dan di mancanegara serta menyampaikan kotbah dalam bahasa Indonesia, Mandarin, dialek Fujian dan Inggris. (ANT-257/K004)
COPYRIGHT © 2010
"Lupakan pembunuhan di masa lalu. Dengan mengingat cinta kasih Kristus melalui kematian-Nya, marilah kita hidup saling mengasihi," kata Stephen Tong dalam khotbah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Umum, di Ambon, Jumat malam.
Menurut Stephen, umat Kristen di Ambon harus senantiasa menjadi pengikut Kristus yang setia dengan menjadi teladan melalui berbagai hal positif.
"Jadilah saksi dan wakil Kristus di dunia melalui keteladanmu yang melahirkan Kota Ambon yang baru dan terberkati dalam perdamaian yang terus terjaga antar umat beragama," ujarnya.
Stephen Tong yang juga pendiri Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) pada tahun 1990 ini juga mengingatkan umat untuk selalu mempraktekkan lima hal yang memperkuat iman Kristiani.
"Rajin bersekutu dalam ibadah, membaca Alkitab, berdoa, berusaha hidup dalam kesucian dan membawa kembali orang lain ke jalan Tuhan," ujarnya.
Walaupun berada dalam kondisi yang tidak sehat, Stephen Tong tetap meneruskan KKR yang sudah berlangsung sejak tanggal 10 November lalu, sehingga sempat memutarkan rekaman khotbah tentang pemahaman Tritunggal sebelum memberikan penjelasan lanjutan kepada ribuan warga yang hadir.
Koordinator Bidang Lapangan Panitia KKR Ambon 2010, Cornel Huwae mengatakan, KKR bertajuk KKR Ambon 2010 ini merupakan bagian tanggung jawab pembangunan mental spiritual STEMI untuk umat Kristen.
"Ada tiga kegiatan yang dilakukan STEMI dalam KKR ini yakni KKR Umum sejak 10-12 November, KKR Siswa pada 12 November, dan Seminar bagi para hamba Tuhan dan berbagai kalangan profesi pada 11 November," katanya.
Cornel mengatakan, antusias warga sangat tinggi, terutama pada KKR Umum yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Kecamatan Nusaniwe itu.
"Hari pertama jumlah warga sekira 4.000-an orang, hari kedua 2.000-an dan yang terbanyak adalah hari ini yang mencapai 5.000-an. Lihat saja 5.000 kursi yang kami sediakan tidak mencukupi jumlah peserta yang datang," katanya.
Dia menambahkan selain dukungan pemerintah Kota Ambon, KKR Ambon 2010 ini juga didukung oleh berbagai pimpinan dan anggota dedominasi gereja yang ada di Ambon.
Pantauan ANTARA, para peserta KKR Umum yang memilih berdiri atau duduk mengitari lapangan karena tidak mendapatkan kursi, tetap menyimak rangkaian acara KKR yang berlangsung selama empat jam itu. Umumnya mereka adalah para remaja dan pemuda.
Secara terpisah, Hendrik Manusiwa, salah seorang peserta KKR Umum yang berdomisili di Batu Gajah, Kecamatan Sirimau, mengakui terkesan dengan materi KKR yang disampaikan Stephen Tong.
"Saya mendapatkan penyegaran pengetahuan Kristen yang baru sebagai pedoman hidup setelah mengikuti KKR ini sejak hari pertama," kata jemaat Gereja Gema Injili itu yang datang bersama putrinya itu.
Dalam KKR Ambon 2010, STIEM juga menjual 1.754 eksemplar buku rohani Kristen yang diterbitkan Momentum Christian Literature dengan kisaran harga antara Rp6.500 hingga Rp350.000. Dari 192 judul buku yang tersedia, 43 diantaranya merupakan hasil karya Stephen Tong.
Selain buku, dijual pula 1.297 buah DVD, VCD, CD dan kaset berisikan KKR Stephen Tong, seminar, konser musik klasik maupun aneka seri pembinaan iman Kristen yang beberapa diantaranya tidak hanya tersedia dalam bahasa Indonesia tetapi Inggris dan Mandarin.
Sebelumnya, Stephen Tong pernah mendatangi ibu kota Provinsi Maluku ini pada tahun 1986. Selain di Ambon, dia juga telah menyelenggarakan rangkaian KKR di sejumlah kota di Papua yakni Waimena (5 November 2010), Jayapura (6-8 November) dan Sentani (9 November 2010).
Selanjutnya, pria berkewarganegaraan Indonesia kelahiran 1940 di Xiamen, Provinsi Fujian, Republik Rakyat Cina (RRC) ini berencana akan melaksanakan khotbah selama lima hari di Singapura, dua minggu mendatang.
Stephen Tong telah menjadi penginjil sejak berusia 17 tahun dan mengajar teologi dan filosofi 25 tahun di Seminari Alkitab Asia Tenggara di Malang. Saat ini mengajar di Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) di Jakarta.
Sebagai pendeta, dia memiliki pengetahuan luas di bidang seni, musik, filsafat, sejarah dan arsitektur. Dia telah menulis banyak lagu gereja, menulis banyak buku rohani dan merancang beberapa bangunan gereja.
Seminar-seminarnya diadakan di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta dan di mancanegara serta menyampaikan kotbah dalam bahasa Indonesia, Mandarin, dialek Fujian dan Inggris. (ANT-257/K004)
COPYRIGHT © 2010
Mantan Sospora Sumbar Diperiksa Terkait Korupsi MUI
Padang (ANTARA News) - Kejaksaan Negeri Padang memeriksa mantan Kepala Biro Pemberdayaan Sosial Pemuda dan Olahraga (Sospora) Pemprov Sumatera Barat "ZI" terkait dugaan korupsi di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar .
"Kita melakukan pemanggil terhadap mantan Kepala Biro Sospora Sumbar selaku pimpinan kegiatan pembinaan Da`i asal Mentawai, dan kegiatan pembinaan keagamaan Majelis Ulama Indonesia(MUI) Sumbar," kata Kepala Kejaksaan Negeri Padang Said Ahmad, di Padang, Jumat (12/11).
Menurutnya, kita memberikan lebih kurang 20 pertanyaan pada ZI sehubungan kegiatan pembinaan Da`i asal Mentawai, dan kegiatan pembinaan keagamaan Majelis Ulama Indonesia(MUI) Sumbar.
Dia menambahkan, mantan kepala Sospora diperiksa oleh jaksa penyidik sebagai saksi terkait korupsi MUI Sumbar.
"Sebelumnya kita juga telah memeriksa beberapa orang saksi terkait korupsi MUI Sumbar,`katanya.
Dia mengatakan, pengakuan Ketua MUI Sumbar saat diperiksa penyidik kejaksaan negeri Padang, uang itu telah terpakai untuk berbagai kegiatan.
"Namun pengakuan Ketua MUI tersebut sudah kita catat untuk melengkapi berkas perkara dugaan korupsi di tubuh MUI Sumbar,"katanya.
Menurutnya, kita juga telah melakukan pemanggilan terhadap Ketua MUI Sumbar, pada 9 November 2010 namun tidak dapat hadir alasan masuk rumah sakit Fatmawati di Jakarta.
Dalam waktu dekat yakni pada 18 November kita akan melakukan pemanggilan kedua kepada Ketua MUI Sumbar. "Jika Ketua MUI Sumbar tidak mau datang pihak Kejaksaan Negeri Padang akan menjemput paksa," kata Said Ahmad.
Ketua MUI Sumbar telah mengembalikan uang kepada penyidik Kejaksaan Negeri Padang, lanjutnya setelah menyerahkan surat perintah penyitaan nomor surat 10/ N.310/ Fd.1/ 09.2010 tertanggal 2 September 2010 kepada Ketua MUI Sumbar.
"Uang yang telah dikembalikan Ketua MUI Sumbar tersebut sebesar Rp110 juta, diberikan pada 4 September 2010," kata Said Ahmad.
Pihak kejaksaan Negeri Padang, tetap mengusut kasus dugaan korupsi di tubuh MUI Sumbar, walaupun Ketua MUI Sumbar Nasroen Haroen sudah menyerahkan uang kepada Penyidik.
Tersangka belum ditetapkan terkait kasus korupsi MUI Sumbar, lanjut Said Ahmad, penetapan tersangka terkait korupsi MUI Sumbar, setelah selesai pemeriksaan saksi-saksi. "Kita saat ini masih memeriksa saksi-saksi terkait korupsi MUI Sumbar," kata Said Ahmad. (ANT-031/K004)
"Kita melakukan pemanggil terhadap mantan Kepala Biro Sospora Sumbar selaku pimpinan kegiatan pembinaan Da`i asal Mentawai, dan kegiatan pembinaan keagamaan Majelis Ulama Indonesia(MUI) Sumbar," kata Kepala Kejaksaan Negeri Padang Said Ahmad, di Padang, Jumat (12/11).
Menurutnya, kita memberikan lebih kurang 20 pertanyaan pada ZI sehubungan kegiatan pembinaan Da`i asal Mentawai, dan kegiatan pembinaan keagamaan Majelis Ulama Indonesia(MUI) Sumbar.
Dia menambahkan, mantan kepala Sospora diperiksa oleh jaksa penyidik sebagai saksi terkait korupsi MUI Sumbar.
"Sebelumnya kita juga telah memeriksa beberapa orang saksi terkait korupsi MUI Sumbar,`katanya.
Dia mengatakan, pengakuan Ketua MUI Sumbar saat diperiksa penyidik kejaksaan negeri Padang, uang itu telah terpakai untuk berbagai kegiatan.
"Namun pengakuan Ketua MUI tersebut sudah kita catat untuk melengkapi berkas perkara dugaan korupsi di tubuh MUI Sumbar,"katanya.
Menurutnya, kita juga telah melakukan pemanggilan terhadap Ketua MUI Sumbar, pada 9 November 2010 namun tidak dapat hadir alasan masuk rumah sakit Fatmawati di Jakarta.
Dalam waktu dekat yakni pada 18 November kita akan melakukan pemanggilan kedua kepada Ketua MUI Sumbar. "Jika Ketua MUI Sumbar tidak mau datang pihak Kejaksaan Negeri Padang akan menjemput paksa," kata Said Ahmad.
Ketua MUI Sumbar telah mengembalikan uang kepada penyidik Kejaksaan Negeri Padang, lanjutnya setelah menyerahkan surat perintah penyitaan nomor surat 10/ N.310/ Fd.1/ 09.2010 tertanggal 2 September 2010 kepada Ketua MUI Sumbar.
"Uang yang telah dikembalikan Ketua MUI Sumbar tersebut sebesar Rp110 juta, diberikan pada 4 September 2010," kata Said Ahmad.
Pihak kejaksaan Negeri Padang, tetap mengusut kasus dugaan korupsi di tubuh MUI Sumbar, walaupun Ketua MUI Sumbar Nasroen Haroen sudah menyerahkan uang kepada Penyidik.
Tersangka belum ditetapkan terkait kasus korupsi MUI Sumbar, lanjut Said Ahmad, penetapan tersangka terkait korupsi MUI Sumbar, setelah selesai pemeriksaan saksi-saksi. "Kita saat ini masih memeriksa saksi-saksi terkait korupsi MUI Sumbar," kata Said Ahmad. (ANT-031/K004)
PM Jepang Sambut Presiden Yudhoyono di KTT APEC
Yokohama (ANTARA) - Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Sabtu siang waktu Yokohama, menyambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Inter Continental Yokohama Grand tempat berlangsungnya pertemuan pemimpin negara anggota Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).
Presiden Yudhoyono yang tiba pukul 12:20 waktu setempat atau pukul 10:20 WIB sempat berbincang sejenak dengan PM Naoto Kan sebelum kemudian dipersilahkan menuju ruangan tempat berlangsungnya "working lunch".
Pada Sabtu siang, para pemimpin negara anggota forum kerja sama ekonomi Asia Pasifik akan mengikuti sejumlah sesi pertemuan yang membahas mengenai perkembangan pelaksanaan kesepakatan Bogor khususnya bidang perdagangan bebas dan investasi.
Diawali dengan makan siang sambil melangsungkan diskusi, sesi berikutnya akan berlangsung retreat di tempat yang sama. Setelah itu para pemimpin akan berdiskusi dengan Dewan Penasehat APEC bidang bisnis yang beranggota praktisi bidang usaha yang memberikan masukan dan pandangan mengenai isu penting bidang bisnis.
Presiden Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono beserta rombongan tiba di Bandara Haneda Tokyo pada Jumat malam setelah bertolak dari Bandara Incheon Seoul setelah mengikuti pertemuan kepala negara anggota G-20.
Presiden Yudhoyono yang tiba pukul 12:20 waktu setempat atau pukul 10:20 WIB sempat berbincang sejenak dengan PM Naoto Kan sebelum kemudian dipersilahkan menuju ruangan tempat berlangsungnya "working lunch".
Pada Sabtu siang, para pemimpin negara anggota forum kerja sama ekonomi Asia Pasifik akan mengikuti sejumlah sesi pertemuan yang membahas mengenai perkembangan pelaksanaan kesepakatan Bogor khususnya bidang perdagangan bebas dan investasi.
Diawali dengan makan siang sambil melangsungkan diskusi, sesi berikutnya akan berlangsung retreat di tempat yang sama. Setelah itu para pemimpin akan berdiskusi dengan Dewan Penasehat APEC bidang bisnis yang beranggota praktisi bidang usaha yang memberikan masukan dan pandangan mengenai isu penting bidang bisnis.
Presiden Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono beserta rombongan tiba di Bandara Haneda Tokyo pada Jumat malam setelah bertolak dari Bandara Incheon Seoul setelah mengikuti pertemuan kepala negara anggota G-20.
Newmont Seluruh Dunia Terancam Tutup 2029
Mataram (ANTARA News) - Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto mengatakan bahwa perusahaan tambang tembaga dan emas Newmont di seluruh dunia akan tutup pada 2029 jika tidak menemukan cadangan mineral baru.
"Karena itu, semua perusahaan Newmont harus selalu mencari cadangan mineral baru," kata Martiono di Senggigi, Lombok Barat, Jumat malam.
Menurut dia, kalau Newmont tidak berbuat apa-apa dalam mencari dan menemukan cadangan mineral baru, maka Newmont di seluruh dunia akan tutup pada 2029.
"Kami berupaya mencari cadangan mineral baru," katanya ketika menyampaikan ekspose bertajuk "tantangan dan peluang industri pertambangan di masa depan" dalam seminar internasional tentang ekonomi, budaya dan lingkungan.
Ia mengatakan, dalam merencanakan dan mengusahakan cadangan mineral baru itu, pihaknya tetap menggunakan prinsip keberlanjutan, tanggung jawab dan keuntungan.
"Masalah yang dihadapi sekarang, cadangan mineral yang ada belum semuanya dieksplorasi, sebagian berada di wilayah hukum negara-negara berkembang," katanya.
Menurut dia, untuk mencari cadangan mineral baru, Newmont akan mengeksplorasinya di negara-negara di Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, Mongolia dan Papua Nugini.
Martiono mengatakan, terkait potensi tambang, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, bahkan kalau dilihat potensi indeks mineral negara, dari 64 negara, Indonesia berada pada peringkat 42.
Namun, katanya, kalau dilihat dari indeks kebijakan negara dalam mengusahakan sektor pertambangan, Indonesia berada pada peringkat 59 dari 64 negara, padahal potensi tambang berada pada urutan ketujuh dari 64 negara.
"Jadi sebenarnya potensi kita besar, tetapi karena kebijakan indeks negara hanya 59, akibatnya kita berada pada peringkat 42 dari 64 negara," katanya.
Meski demikian, kata Martiono, kontribusi yang disumbangkan sektor pertambangan masih cukup signifikan.
Presdir PTNNT yang juga Ketua Asosiasi Pertambangan Indonesia ini mengatakan, pada 2009 Newmont memberikan kontribusi kepada negara khusunya dalam bentuk dana mencapai 777,10 juta dolar AS, belum termasuk kontribusi nonuang.
"Karena itu, semua perusahaan Newmont harus selalu mencari cadangan mineral baru," kata Martiono di Senggigi, Lombok Barat, Jumat malam.
Menurut dia, kalau Newmont tidak berbuat apa-apa dalam mencari dan menemukan cadangan mineral baru, maka Newmont di seluruh dunia akan tutup pada 2029.
"Kami berupaya mencari cadangan mineral baru," katanya ketika menyampaikan ekspose bertajuk "tantangan dan peluang industri pertambangan di masa depan" dalam seminar internasional tentang ekonomi, budaya dan lingkungan.
Ia mengatakan, dalam merencanakan dan mengusahakan cadangan mineral baru itu, pihaknya tetap menggunakan prinsip keberlanjutan, tanggung jawab dan keuntungan.
"Masalah yang dihadapi sekarang, cadangan mineral yang ada belum semuanya dieksplorasi, sebagian berada di wilayah hukum negara-negara berkembang," katanya.
Menurut dia, untuk mencari cadangan mineral baru, Newmont akan mengeksplorasinya di negara-negara di Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, Mongolia dan Papua Nugini.
Martiono mengatakan, terkait potensi tambang, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, bahkan kalau dilihat potensi indeks mineral negara, dari 64 negara, Indonesia berada pada peringkat 42.
Namun, katanya, kalau dilihat dari indeks kebijakan negara dalam mengusahakan sektor pertambangan, Indonesia berada pada peringkat 59 dari 64 negara, padahal potensi tambang berada pada urutan ketujuh dari 64 negara.
"Jadi sebenarnya potensi kita besar, tetapi karena kebijakan indeks negara hanya 59, akibatnya kita berada pada peringkat 42 dari 64 negara," katanya.
Meski demikian, kata Martiono, kontribusi yang disumbangkan sektor pertambangan masih cukup signifikan.
Presdir PTNNT yang juga Ketua Asosiasi Pertambangan Indonesia ini mengatakan, pada 2009 Newmont memberikan kontribusi kepada negara khusunya dalam bentuk dana mencapai 777,10 juta dolar AS, belum termasuk kontribusi nonuang.
Indonesia Perkuat Komitmen Perlindungan Pekerja Migran
London (ANTARA) - Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Dubes Dian Triansyah Djani menegaskan bahwa Indonesia terus memperkuat komitmen global bagi pemajuan dan perlindungan hak hak pekerja migran melalui forum multilateral.
Hal itu disampaikan oleh Dubes Dian Triansyah Djani dalam pidatonya di Sidang ke-4 Global Forum on Migration and Development (GFMD), di Puerto Vallarta, Mexico, demikian Sekretaris Pertama KBRI Jenewa, Achsanul Habib, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Sabtu.
Pidato Dubes Dian Triansyah Djani tersebut disampaikan dalam kapasitasnya sebagai Co-Chair pada Sesi khusus GFMD yang membahas mengenai kerjasama regional dan antarkawasan dalam penanganan migrasi serta dampaknya bagi pembangunan.
"Tidak perlu dipertanyakan lagi komitmen tinggi Indonesia terhadap pemajuan dan perlindungan hak-hak pekerja migran," ujarnya.
Penunjukan Indonesia untuk kembali menjadi Co-Chair pada pertemuan tahunan GMFD tersebut merupakan bentuk kepercayaan dunia dalam kepemimpinan Indonesia dalam forum multilateral.
Dubes Djani juga menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai salah satu negara pelopor dalam upaya perlindungan hak-hak para pekerja migran maupun dalam upaya global untuk menciptakan proses migrasi yang lebih baik bagi para migran, negara pengirim, negara transit, maupun negara penerima.
Sidang ke-4 GFMD yang bertema "Partnership for Migration and Human Development: Shared Prosperity, Shared Responsibility" membahas tiga agenda utama yaitu Partnership for Migration, Human Mobility and Human Development dan Policy and Institutional Coherence to Adress the Relationship between Migration and Development.
Di samping pembahasan perlindungan HAM para migran yang merupakan pokok perhatian utama, Sidang telah membahas sejumlah isu terkini antara lain keterkaitan antara isu migran dengan isu perubahan iklim, gender dan keluarga, penyelundupan manusia, arus pengiriman uang, peran diaspora, peran kelompok masyarakat sipil.
Sidang GFMD diawali dengan pertemuan masyarakat madani yang dibuka Presiden Meksiko, Felipe Calderon Hinojosa dihadiri Dirjen IOM William Lacy Swing, Komisaris Tinggi HAM Navanathem Pillay, Under Secretary General PBB untuk urusan Migrasi dan Pembangunan, Peter Sutherland serta delegasi dari 140 negara, baik dari kalangan pemerintah maupun LSM.
Dalam sidang GFMD itu dihasilkan rekomendasi antara lain pentingnya proses migrasi dan pembangunan tetap mengedepankan perlindungan para migran, dengan memberikan manfaat yang seimbang bagi negara pengirim maupun negara penerima.
Selain perlunya migrasi diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Nasional, serta rencana implementasi dan tindakan kongkrit pada semua tingkatan, keserasian dan koordinasi kebijakan di antara instansi Pemerintah, perjanjian bilateral dan inisiatif regional dapat meningkatkan efektifitas kemitraan yang dibangun antara negara pengirim dan penerima migran, sekaligus mendorong hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara migrasi dan pembangunan.
Sementara itu Sekretaris Pertama KBRI Jenewa, Achsanul Habib, menjelaskan selain telah terpilih kembali sebagai salah satu Ketua dalam sidang tersebut, Delegasi Indonesia juga telah berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara pengirim tenaga kerja.
Sejumlah delegasi negara sahabat maupun wakil dari organisasi internasional yang hadir, telah menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah RI dalam mengeluarkan kebijakan dan strategi pengelolaan migrasi regular dan non-reguler, khususnya melalui kepemimpinan Indonesia dalam Bali Process yang menangani penyelundupan manusia serta Colombo Process yaitu kumpulan negara pengirim tenaga kerja.
Tata kelola penanganan warga negara Indonesia di luar negeri juga mendapat perhatian dalam acara itu.
Di sela-sela persidangan, Dian Triansyah juga menghadiri pertemuan Colombo Process yang terdiri dari negara-negara pengirim tenaga kerja dan perwakilan Indonesia juga telah bertemu dengan perwakilan Migration Policy Institute, sebuah lembaga riset di bidang migran yang menawarkan kerjasama bantuan teknis dalam pembangunan kapasitas dalam manajemen pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.
Pertemuan ke-4 GFMD yang berlangsung pada tanggal sejak 8 November itu merupakan forum global tahunan antar pemerintah dan organisasi internasional yang dimulai pada tahun 2007 dalam rangka memajukan isu migrasi dan pembangunan, demikian Achsanul Habib.
Hal itu disampaikan oleh Dubes Dian Triansyah Djani dalam pidatonya di Sidang ke-4 Global Forum on Migration and Development (GFMD), di Puerto Vallarta, Mexico, demikian Sekretaris Pertama KBRI Jenewa, Achsanul Habib, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Sabtu.
Pidato Dubes Dian Triansyah Djani tersebut disampaikan dalam kapasitasnya sebagai Co-Chair pada Sesi khusus GFMD yang membahas mengenai kerjasama regional dan antarkawasan dalam penanganan migrasi serta dampaknya bagi pembangunan.
"Tidak perlu dipertanyakan lagi komitmen tinggi Indonesia terhadap pemajuan dan perlindungan hak-hak pekerja migran," ujarnya.
Penunjukan Indonesia untuk kembali menjadi Co-Chair pada pertemuan tahunan GMFD tersebut merupakan bentuk kepercayaan dunia dalam kepemimpinan Indonesia dalam forum multilateral.
Dubes Djani juga menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai salah satu negara pelopor dalam upaya perlindungan hak-hak para pekerja migran maupun dalam upaya global untuk menciptakan proses migrasi yang lebih baik bagi para migran, negara pengirim, negara transit, maupun negara penerima.
Sidang ke-4 GFMD yang bertema "Partnership for Migration and Human Development: Shared Prosperity, Shared Responsibility" membahas tiga agenda utama yaitu Partnership for Migration, Human Mobility and Human Development dan Policy and Institutional Coherence to Adress the Relationship between Migration and Development.
Di samping pembahasan perlindungan HAM para migran yang merupakan pokok perhatian utama, Sidang telah membahas sejumlah isu terkini antara lain keterkaitan antara isu migran dengan isu perubahan iklim, gender dan keluarga, penyelundupan manusia, arus pengiriman uang, peran diaspora, peran kelompok masyarakat sipil.
Sidang GFMD diawali dengan pertemuan masyarakat madani yang dibuka Presiden Meksiko, Felipe Calderon Hinojosa dihadiri Dirjen IOM William Lacy Swing, Komisaris Tinggi HAM Navanathem Pillay, Under Secretary General PBB untuk urusan Migrasi dan Pembangunan, Peter Sutherland serta delegasi dari 140 negara, baik dari kalangan pemerintah maupun LSM.
Dalam sidang GFMD itu dihasilkan rekomendasi antara lain pentingnya proses migrasi dan pembangunan tetap mengedepankan perlindungan para migran, dengan memberikan manfaat yang seimbang bagi negara pengirim maupun negara penerima.
Selain perlunya migrasi diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Nasional, serta rencana implementasi dan tindakan kongkrit pada semua tingkatan, keserasian dan koordinasi kebijakan di antara instansi Pemerintah, perjanjian bilateral dan inisiatif regional dapat meningkatkan efektifitas kemitraan yang dibangun antara negara pengirim dan penerima migran, sekaligus mendorong hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara migrasi dan pembangunan.
Sementara itu Sekretaris Pertama KBRI Jenewa, Achsanul Habib, menjelaskan selain telah terpilih kembali sebagai salah satu Ketua dalam sidang tersebut, Delegasi Indonesia juga telah berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara pengirim tenaga kerja.
Sejumlah delegasi negara sahabat maupun wakil dari organisasi internasional yang hadir, telah menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah RI dalam mengeluarkan kebijakan dan strategi pengelolaan migrasi regular dan non-reguler, khususnya melalui kepemimpinan Indonesia dalam Bali Process yang menangani penyelundupan manusia serta Colombo Process yaitu kumpulan negara pengirim tenaga kerja.
Tata kelola penanganan warga negara Indonesia di luar negeri juga mendapat perhatian dalam acara itu.
Di sela-sela persidangan, Dian Triansyah juga menghadiri pertemuan Colombo Process yang terdiri dari negara-negara pengirim tenaga kerja dan perwakilan Indonesia juga telah bertemu dengan perwakilan Migration Policy Institute, sebuah lembaga riset di bidang migran yang menawarkan kerjasama bantuan teknis dalam pembangunan kapasitas dalam manajemen pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.
Pertemuan ke-4 GFMD yang berlangsung pada tanggal sejak 8 November itu merupakan forum global tahunan antar pemerintah dan organisasi internasional yang dimulai pada tahun 2007 dalam rangka memajukan isu migrasi dan pembangunan, demikian Achsanul Habib.
kemewahan seorang PNS Pajak golongan III A.
KOMPAS.com- Masih banyak yang dibicarakan sisi lain Gayus HP Tambunan (30), tersangka mafia pajak yang menghebohkan itu. Terlebih sejak berita mengenai orang mirip Gayus sedang nonton tennis internasional di Bali pada Jumat (5/11/2010) malam lalu.
Ketika Gayus sedang menjadi pembicaraan, wartawan Tribunnews.com Ismunadi kembali menyambangi rumah Gayus Tambunan yang dikabarkan masih memiliki uang lebih dari Rp 25 miliar. Foto foto ini menggambarkan kondisi rumah Gayus Tambunan yang beralamat di Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Polri mengakui Gayus sering pulang meninggalkan Rumah Tahanan Brimob di Kelapa Dua, Depok. Kemana perginya, salah satunya ya pulang ke rumahnya yang sangat mewah ini, meski itu dibantah istrinya. Sejak ditahan di Rutan Brimob, 26 Juni 2010, Gayus dikatakan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Iskandar Hasan sudah keluar dari tahanan sebanyak 68 kali.
Semua bisa dilakukannya seperti bukan orang tahanan, dengan cara memberikan uang kepada oknum-oknum yang sekarang (13/11) minimal sudah 9 orang diperiksa dan jadi tersangka.
Pemnatuan Tribunnews.com, rumah Gayus sangat besar, tiga lantai di hook (pojok) hadap depan dan samping, menempati Blok EZ komplek Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gading Park View merupakan perumahan sistem cluster.
Komplek ini terdiri dari 138 rumah yang semuanya memiliki bentuk sama. Setiap rumah tidak memiliki pagar. Di satu deretan rumah terdapat sebuah taman yang memisahkannya dengan deretan rumah di blok yang berbeda.
Taman ini dapat dimanfaatkan pemilik rumah untuk acara keluarga atau acara bersama para tetangga. Selain dipercantik dengan pepohonan, ada juga kolam air yang diisi ikan koi. Mungkin juga masih ada rumah atau investasi bentuk lain yang bernilai ratusan juta atau bahkan miliaran dari seorang PNS Pajak golongan III A. (Tribunnews.com/ Ismunadi)
Ketika Gayus sedang menjadi pembicaraan, wartawan Tribunnews.com Ismunadi kembali menyambangi rumah Gayus Tambunan yang dikabarkan masih memiliki uang lebih dari Rp 25 miliar. Foto foto ini menggambarkan kondisi rumah Gayus Tambunan yang beralamat di Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Polri mengakui Gayus sering pulang meninggalkan Rumah Tahanan Brimob di Kelapa Dua, Depok. Kemana perginya, salah satunya ya pulang ke rumahnya yang sangat mewah ini, meski itu dibantah istrinya. Sejak ditahan di Rutan Brimob, 26 Juni 2010, Gayus dikatakan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Iskandar Hasan sudah keluar dari tahanan sebanyak 68 kali.
Semua bisa dilakukannya seperti bukan orang tahanan, dengan cara memberikan uang kepada oknum-oknum yang sekarang (13/11) minimal sudah 9 orang diperiksa dan jadi tersangka.
Pemnatuan Tribunnews.com, rumah Gayus sangat besar, tiga lantai di hook (pojok) hadap depan dan samping, menempati Blok EZ komplek Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gading Park View merupakan perumahan sistem cluster.
Komplek ini terdiri dari 138 rumah yang semuanya memiliki bentuk sama. Setiap rumah tidak memiliki pagar. Di satu deretan rumah terdapat sebuah taman yang memisahkannya dengan deretan rumah di blok yang berbeda.
Taman ini dapat dimanfaatkan pemilik rumah untuk acara keluarga atau acara bersama para tetangga. Selain dipercantik dengan pepohonan, ada juga kolam air yang diisi ikan koi. Mungkin juga masih ada rumah atau investasi bentuk lain yang bernilai ratusan juta atau bahkan miliaran dari seorang PNS Pajak golongan III A. (Tribunnews.com/ Ismunadi)
Jumat, 30 Januari 2009
Krisis Gaza: Bukan Perang, Melainkan Genosida!
Syamsul Ardiansyah
Institute for National and Democratic Studies
Resolusi PBB dan Kecaman dunia internasional atas agresi Israel ke Jalur Gaza tidak sanggup menyurutkan nafsu Israel menggempur Gaza. Sejak agresi dimulai, pada 27 Desember 2008 sampai sekarang, korban jiwa di kalangan sipil telah melebihi 1000 orang. Agresi ini memiliki arti penting tersendiri bagi kelompok-kelompok yang bertikai, baik dari pihak Palestina maupun Israel. Namun sejauh mana peranan agresi ini bagi kemenangan rakyat Palestina untuk membebaskan diri dari penjajahan Israel dan Imperialisme AS?
Pada saat ini, agresi yang dilakukan Israel telah melibatkan seluruh kesatuan dalam ketentaraannya. Israel tidak lagi memuntahkan bom-bom cluster melalui serangan udara dan laut, melainkan telah merangsek jauh ke jalur gaza dengan mengerahkan kekuatan kavaleri dan infantry. Sementara dari pihak Hamas, selain masih meluncurkan roket ke wilayah Selatan Israel, menghadapi serangan darat dengan mengandalkan taktik bertahan dengan menggunakan sniper.
Sejauh ini, belum ada tanda-tanda gempuran Israel ke wilayah Gaza akan berhenti. Sebaliknya, Israel justru menegaskan akan terus melakukan agresi untuk menumpas Hamas sampai ke akar-akarnya. Tidak hanya Israel, Hamas pun cenderung memiliki sikap yang sama. Menurut Hamas, gencatan senjata sesungguhnya hanya mendamaikan pelaku dengan korban kejahatan. Dengan alasan masing-masing, kedua pihak tersebut seolah berkeinginan untuk terus mengobarkan peperangan. Dengan kata lain, masing-masing pihak memiliki kepentingan strategis maupun taktis
Bagi klas-klas yang berkuasa di Israel, perang agresi memiliki arti strategis dan taktis adalah cara untuk mengembangkan wilayah kekuasaan sekaligus memastikan Israel sebagai penjaga paling setia kepentingan AS di Timur Tengah. Khususnya sejak imperialis Inggris melepaskan penjajahan langsung atas Mesir, Suriah, Jordania, dan beberapa wilayah Arab lainnya, imperialisme AS praktis memegang kendali secara langsung.
Dukungan ekonomi, politik, kebudayaan, dan militer AS terhadap Israel telah menjadikan negara pimpinan kaum zionis tersebut sebagai kekuatan superior. Negara Israel dukungan AS juga menjadi penghalang terbebasnya Arab—tidak hanya Palestina—dari pengaruh AS dan penghambat gerak maju seluruh bangsa Arab. Dalam kaitannya dengan perang yang sedang berlangsung, AS telah secara terbuka memberikan bantuan langsung ke Fatah. Dukungan tersebut berupa bantuan ekonomi, politik dan militer yang sengaja diberikan kepada Fatah untuk menghancurkan kekuatan Hamas yang memenangkan pemilu 2006. Tindakan ini bukan kali pertama bagi AS. Ini tindakan lumrah yang dilakukan di seluruh belahan dunia manapun, berkedok mendorong demokrasi melaui pemilu untuk membentuk pemerintah boneka, bila gagal maka akan mengancurkan pemerintah yang terpilih.
Serangan Israel ke wilayah Gaza diklaim pihak Israel sebagai upaya menghentikkan serangan roket yang diluncurkan Hamas ke wilayah Israel. Serangan roket yang sesungguhnya kurang signifikan—ditinjau dari efektivitas serangan terhadap instalasi militer Israel maupun dari kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkannya—dijadikan alasan utama Israel (dengan dukungan Amerika Serikat) untuk melancarkan serangan kepada Israel.
Faktor Hamas memang memegang peranan penting yang melatarbelakangi agresi Israel ke wilayah Gaza. Berkembangnya kekuasaan Hamas di Palestina dan kegagalan klik Olmert dari Israel dalam menghancurkan kekuatan Hezbollah yang berbasis di Libanon Selatan tahun 2006 lalu, akan semakin menyulitkan posisi Israel. Khususnya pasca kemenangan Hamas dalam pemilu 2006—yang juga mencerminkan bangkrutnya politik diplomasi Fatah pimpinan Mahmoud Abbas—Ehud Olmert yang berasal dari partai tengah yang didukung partai buruh yang berhaluan “kiri” tidak lagi bisa “mempermainkan” rakyat Palestina melalui meja perundingan.
Usaha-usaha Israel untuk menganulir kemenangan Hamas, dengan blokade ekonomi, seruan penghentian bantuan yang didukung Uni Eropa dan Amerika Serikat, termasuk dengan memprovokasi perang saudara antara kelompok militer Hamas dengan Polisi pro-Fatah, mengalami kegagalan dan malah membuahkan adanya dua pemerintahan di Palestina yang berdiri di Tepi Barat yang dipimpin Perdana Menteri Salam Fayad dari Partai Fatah dan Jalur Gaza yang dipimpin Ismael Haniyeh dari Hamas.
Tidak hanya itu, hegemoni Israel di Palestina semakin merosot seiring dengan melorotnya wibawa Presiden Mahmoud Abbas. Gagalnya Mahmoud Abbas dalam mencegah berkuasanya Hamas tentunya mengecewakan pihak Israel. Dari dalam negerinya, krisis Gaza menyebabkan Abbas dinilai tidak mampu mengambil alih peran almarhum Yasser Arafat dalam mempersatukan rakyat Palestina. Kini, ketika konsentrasi agresi Israel terfokus ke Gaza, posisi Mahmoud Abbas kian terjepit. Dengan sejarah konflik antara partainya dengan Hamas, Mahmoud Abbas akan dianggap mendukung agresi Israel tersebut.
Faktor lain yang juga mendorong agresi Israel adalah keinginan PM Ehud Olmert untuk menghapuskan ingatan atas kegagala perang melawan gerilyawan Hezbollah di Libanon Selatan. Kegagalan tersebut sempat menyebabkan posisi Olmert terpojok. Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu yang berhaluan konservatif yang berkali-kali menuduh Olmert sebagai pemerintahan "banci". Tuduhan ini jelas merugikan posisi Olmert dan Partai Kadima menjelang pelaksanaan Pemilu Israel yang akan digelar Februari 2009 yang akan datang. Meski belum tentu dapat memenangkan pertempuran secara mutlak, namun ibarat istilah “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, Ehud Olmert tidak hanya bermaksud menghilangkan kekuatan Hamas, melainkan sekaligus melapangkan jalannya untuk memenangkan pertarungan pemilu melawan partai Likud yang konservatif pimpinan Netanyahu.
Bagi Hamas, secara taktikal perang ini memiliki banyak arti untuk terutama untuk menjaga eksistensinya sebagai Pemerintah Yang Sah di Gaza dan memblejeti Fatah sebagai “kaki tangan AS dan Israel.” Akan tetapi arti taktis ini tidak memberikan sumbangan berarti bagi penggelembungan kekuatan dalam negeri (pembangunan tentara) dan penggalangan kekuatan rakyat Gaza melawan imperialis di masa mendatang. Perang melawan Israel pimpinan Ehud Olmert adalah kesempatan untuk membuktikan diri sebagai kelompok paling militan dalam perjuangan melawan Israel. Peluncuran roket Hamas yang berulangkali dinyatakan sebagai bentuk protes Hamas atas blokade ekonomi dan militer yang dilakukan Israel atas wilayah Jalur Gaza, bisa jadi tidak lebih dari bentuk propaganda untuk menunjukkan pada dunia Arab tentang siapa yang sesungguhnya paling militan melawan Israel.
Meski propaganda Hamas di dunia Arab sendiri tidak terlalu berpengaruh, namun hal itu tidak membuat Hamas berkecil hati. Kelompok tersebut sadar betul bahwa politik dunia Arab atas masalah Israel dan Palestina selalu mendua. Solidaritas sesama muslim di dunia Arab sesungguhnya telah terpecah dalam kelompok-kelompok kepentingan yang tidak satu. Semangat persatuan bangsa-bangsa Arab, sebagaimana terjadi dalam perang Arab-Israel di dekade 1960-an, sesungguhnya tinggal kenangan yang tidak lagi berarti. Di sisi lain, kedekatan Hamas dengan jaringan Ikhwanul Muslimin yang kurang disukai oleh pemimpin-pemimpin negara-negara Arab, semakin mengucilkan posisi Hamas.
Karena itu, target yang bisa diraih Hamas dalam perang melawan Israel pada saat ini, bukanlah mengalahkan Israel, bukan pula untuk membangkitkan solidaritas bangsa-bangsa Arab sebagaimana terjadi di masa lalu. Target yang paling realistis bagi Hamas adalah mengokohkan kepemimpinan politik atas Fatah dengan cara menampilkan diri sebagai kelompok paling militan sekaligus legitimate untuk memimpin bangsa Palestina.
Bila Hamas berhasil mempertahankan diri dari gempuran Israel, peluang untuk mengonsolidasikan Palestina, baik di kawasan Tepi Barat yang dikuasai Fatah maupun Jalur Gaza yang de facto dikuasai Hamas akan semakin terbuka. Persatuan inilah modal utama Hamas untuk kembali mengobarkan perlawanan yang lebih besar terhadap Israel.
Masalahnya, apa yang menjadi arti strategis maupun taktis bagi Hamas belum tentu selaras dengan kepentingan umum Rakyat Palestina dalam membebaskan diri dari penjajahan zionis Israel-Amerika Serikat. Rakyat Palestina tentu saja menganggap perang sebagai keadaan yang tidak bisa dihindarkan untuk membebaskan diri dari imperialis Israel yang selama ini menjadi kaki-tangan AS di Timur Tengah. Akan tetapi, taktik perang “puputan” yang dikembangkan Hamas saat ini tidak memiliki arti taktis untuk mendukung perjuangan strategis Rakyat Palestina.
Petualangan yang melahirkan Genosida!
Perang Agresi Israel yang dalam takaran tertentu juga dikehendaki oleh Hamas telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak sipil yang cukup besar. Sampai 14 Januari 2009, jumlah korban jiwa dari kalangan sipil dari pihak Palestina telah mencapai 1,013 korban tewas dan 4650 luka-luka. Sementara dari pihak Israel, korban tewas mencapai 13 orang dan sekitar 138 luka-luka. Mayoritas korban tewas dan luka-luka dari pihak Palestina berasal dari kalangan sipil. Sekitar 315 anak-anak dan 100 perempuan termasuk kalangan dari pihak Palestina yang tewas akibat agresi tersebut. Sementara dari pihak Israel sebagian besar korban tewas adalah tentara.
Dari postur korban yang jatuh akibat agresi Israel ke Gaza, jelas terlihat bahwa esensi dari agresi ini adalah pembantaian massal (genosida) terhadap bangsa Palestina yang berdiam di Gaza. Jarang sekali diberitakan adanya baku tembak antar tentara yang melibatkan militer Israel dengan pejuang Palestina. Sebagian besar sasaran gempuran Israel adalah instalasi-instalasi sipil, seperti rumah sakit, sekolah, universitas, pemukiman sipil, termasuk rombongan yang menyalurkan bantuan pangan dan obat-obatan bagi warga Gaza. Sasaran-sasaran tersebut dikatakan Israel sebagai instalasi-instalasi militer Hamas.
Indikasi lainnya terlihat dari blokade ekonomi dan bantuan kemanusiaan yang tidak hanya dilakukan Israel melainkan juga diterapkan Mesir yang berbatasan dengan Rafah. Media massa melaporkan, saat ini pasokan bahan makanan semakin menipis, sarana air bersih dan listrik telah hancur digempur Israel. Rakyat Gaza dicekam oleh krisis pangan dan krisis obat-obatan di tengah musim dingin tanpa penerangan dan listrik. Taktik bertahan militer Hamas yang tidak segera memisahkan diri dari rakyat secara tidak langsung malah menjadikan warga sipil Gaza seperti tameng untuk menangkis gempuran bom dan peluru-peluru kendali yang dimuntahkan militer Israel.
Agresi Israel ke Gaza saat ini adalah “perang kotor” yang tidak adil. Ibarat pertarungan antara David dengan Goliath. Bencana kemanusiaan yang kian memburuk tentu saja melahirkan simpati dan kecaman dari dunia internasional. Rakyat dari berbagai negara, termasuk dari kalangan masyarakat Israel, mengobarkan aksi-aksi protes menentang perang yang tidak adil yang dilakukan Israel. Kampanye anti-Zionis yang meluas di berbagai kawasan dunia menepiskan anggapan bahwa perang agresi Israel ke Palestina sebagai perang agama.
Dari keadaan seperti ini, posisi Israel sebagai aggressor sesungguhnya telah semakin melemah sebagai akibat dari memburuknya krisis ekonomi di Amerika Serikat. Bom-bom yang dimuntahkan pesawat-pesawat Israel ternyata melahirkan gerakan rakyat Internasional yang semakin mengucilkan posisi Israel. Tekanan politik dari Venezuela, yang disusul oleh Bolivia, yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, sesungguhnya mengindikasikan semakin terkucilnya posisi Israel di mata internasional. Kecuali ditopang oleh politik kepala batu imperialisme Amerika Serikat yang kerap memveto seruan internasional kepada Israel, tidak ada lagi tempat bagi rezim zionis Israel untuk berlindung.
Pada saat ini, ketika Imperialisme Amerika Serikat mengalami krisis yang cukup berat, posisi politik Israel sesungguhnya kian terjepit. Krisis ekonomi maupun politik warisan Presiden George W. Bush yang mulai 20 Januari 2009 yang akan datang diambil-alih oleh Presiden terpilih Obama, menyebabkan Amerika Serikat akan lebih cenderung terfokus pada masalah dalam negerinya sendiri. Pengalaman perang agresi Irak dan Afganistan yang kian memburuk dan tidak berkesudahan, menyebabkan rakyat Amerika Serikat akan cenderung memilih solusi-solusi non-perang. Pilihan inilah yang samar-samar menjadi faktor penyebab kemenangan Barack Obama dalam Pemilu AS tahun lalu, meskipun secara implisit, Presiden terpilih Barack Obama pun mendukung agresi Israel terhadap Gaza.
Dalam keadaan yang serba tidak menguntungkan seperti ini, kedudukan agresi militer Israel dapat dipahami sebagai bentuk penyelesaian krisis dan kontradiksi-kontradiksi di dalam negerinya sendiri. Namun, meski mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menggempur militant Hamas, tidak ada jaminan Israel dapat memenangkan peperangan ini secara paripurna. Sebab, meski mungkin kekuatan Hamas akan mengalami kerusakan, kemerosotan, atau bahkan kehancuran, namun semangat pembebasan dari rakyat Palestina sudah pasti akan semakin berkobar.
Kemudian, terlepas dari keberanian pejuang Hamas dalam bertempur melawan tentara Israel yang didukung teknologi persenjataan dan berbagai peralatan canggih lainnya, namun secara umum taktik Hamas cenderung bersifat “avonturis” (petualangan). Memang benar bila kemenangan dalam peperangan tidak ditentukan oleh teknologi persenjataan. Namun bila perlawanan tidak ditopang oleh taktik dan strategi yang terarah dan sistematis, tidak mungkin peperangan bisa diakhiri dengan kemenangan.
Selain itu, terus bertambahnya jumlah korban sipil dari pihak Palestina, bukan tidak mungkin akan memerosotkan dukungan rakyat terhadap Hamas. Korban-korban sipil yang terus berguguran ini akan mudah memunculkan opini bahwa Hamas tidak mampu memberikan perlindungan dan keamanan yang memadai untuk menjamin keselamatan rakyat. Bila hal itu terjadi, posisi Hamas akan semakin terjepit dan kian tidak menguntungkan.
Jalan Pembebasan bagi Palestina
Tulisan ini tidak bermaksud meremehkan semangat juang Rakyat Palestina dan tidak pula menolak tuntutan umum Rakyat Palestina untuk membebaskan diri dari penjajahan Israel dukungan Imperialisme Amerika Serikat. Sebaliknya, tulisan ini merupakan upaya untuk mendukung terus berkobarnya perlawanan rakyat Palestina terhadap agresi Israel untuk mencapai pembebasan nasional yang paripurna. Tulisan ini juga tidak bermaksud merendahkan posisi pejuang Hamas yang pada saat ini memegang peranan sebagai kelompok paling militant dan berani dalam melawan agresi Israel. Ditinjau dari segi apapun, posisi Hamas jauh lebih baik dibandingkan Fatah dan paling layak didukung daripada Israel.
Rakyat Palestina pasti berani dan memiliki moral yang sangat tinggi untuk memenangkan perang, sekalipun dengan kekuatan ekonomi, politik dan militer seadanya. Rakyat seluruh dunia pun berada di pihak mereka. Ini keuntungan terbesar yang harus dimengerti dan harus dipergunakan dengan baik oleh Hamas untuk membebaskan rakyat Palestina. Tapi strategi dan taktik apa yang dimiliki Hamas untuk memenangkan perang? Komponen perang apa saja (tentara, daerah basis dan tuntutan politiknya untuk mempersiapkan rakyat ambil bagian dalam perang) yang Hamas miliki sekarang?
Perang adalah soal manusia. Senjata harus dipimpin oleh strategi dan taktik yang benar. Hamas berada dalam kedudukan amat lemah secara strategis. Jumlah personal yang terlatih hanya 20 ribu dengan tidak semuanya merupakan kombatan (pasukan tempur), senjata terbatas (tidak dapat menghancurkan tank dan pesawat), demikian pula dengan luasan daerah maneuver, dan lain-lain. Apa yang membuat Hamas berani mengatakan akan berperang habis-habisan? Tidakkah dia menggunakan perang yang sekarang untuk kepentingan membanyak senjata, senjata dan mempersiapkan rakyatnya untuk perang untuk menciptakan manuver area.
Singkatnya, Hamas dituntut untuk segera memodernisasikan taktik perang. Sebab, sangat sulit bagi Rakyat Palestina untuk menyandarkan keselamatan dan harapannya kepada Hamas. Secara obyektif, kelemahan-kelemahan taktikal hamas yang justru merugikan rakyat sipil kian terbuka. Kini Rakyat Palestina dipaksa bekerja sendiri, mengambil saripati krisis gaza dan kegagalan Hamas serta kebangkrutan Fatah, dan merumuskan strategi dan taktik perjuangan yang lebih sistematis dan terorganisasi. Tanpa itu, kemerdekaan bangsa dari penjajahan zionis Israel mustahil bisa diwujudkan.
Pada saat ini, Hamas seharusnya aktif melakukan penggalangan kekuatan di Palestina sebab pada hakikatnya, agresi Israel ke Gaza adalah titik awal untuk menghancurkan seluruh kekuatan perlawanan Palestina dana membubarkan otoritas Palestina, termasuk yang berkedudukan di Tepi Barat. Syarat untuk mencapai persatuan ini, tentunya adalah dengan menghentikan permusuhan politiknya dengan faksi-faksi perlawanan di Palestina lainnya, termasuk dengan Partai Fatah.
Selain itu, Hamas juga seharusnya mampu menggalang front dengan kelompok-kelompok anti-zionis, seperti kelompok Hezbollah di Libanon Selatan, mengonkretkan kerjasama dengan Iran, Suriah, dan Jordania, untuk bersama-sama menggempur Israel. Pasalnya, penguasaan territorial atas Palestina adalah modal awal bagi imperialisme Israel dan Amerika Serikat untuk mengintensifkan penghisapan dan penindasan serta pengerukan kekayaan alam di Jazirah Arab untuk menambal kebangkrutan ekonomi Amerika Serikat dan Israel.
Simpati terhadap penderitaan rakyat Palestina semestinya tidak sekadar dianggap sebagai wujud dari rasa kemanusiaan yang universal, melainkan harus diberi bobot sebagai bentuk solidaritas rakyat jajahan dan setengah jajahan untuk bersama-sama melakukan perlawanan terhadap imperialisme. Dalam hal ini, harus dipahami bahwa sebenarnya rakyat yang anti-imperialisme di seluruh dunia memiliki kepentingan atas kemenangan rakyat Palestina melawan imperialisme AS-Israel. Sebab kemenangan tersebut, tentu saja akan memberikan sumbangan yang cukup besar bagi kemenangan rakyat di seluruh dunia.
Dengan demikian, hal yang sepatutnya dilakukan gerakan rakyat internasional anti-imperialisme tidak lain selain mengintensifkan kampanye dan perlawanan terhadap imperialisme pimpinan Amerika Serikat di berbagai negeri untuk memecah konsentrasi imperialisme AS dan sekaligus memperlemah tekanan imperialisme AS ke Palestina. Dengan demikian, kemenangan rakyat Palestina tidak hanya bermakna bagi rakyat Palestina semata, melainkan bagi rakyat di seluruh dunia.***
Syamsul Ardiansyah
Jumat, 16 Januari 2009
Kampus Yang Penuh Dengan Gejolak
Sejak dua tahun terakhir, kampus IKIP Mataram menjadi kampus yang penuh dengan gejolak, baik aksi-aksi kecil yang sering terjadi, sampai aksi-aksi besar yang berujung pada bentrok fisik antara mahasiswa dengan pihak birokrasi, aparat kepolisian, bahkan preman. Tentu saja hal ini berdampak pada kerugian materiil dan inmateriil, bahkan sampai berdamapak pada kehilangan nyawa. Masih sejar di ingatan kita akan tragedi 22 Agustus 2006 yang mana salah seorang mahasiswa bernama M. Ridwan yang meninggal akibat tusukan preman yang menjaga kampus, saat mahasiswa IKIP Mataram menggelar aksi demo menuntut hak-hak dasarnya. Ataupun juga tragedi 9 April 2007 yang berujung pada ditangkapnya 23 orang mahasiswa karena aksi menolak pembubabaran 3 jurusan (PGTK, Pendidikan Bahasa Jerman, dan Pendidikan Seni Rupa). Tragedi tersebut kembali terulang, 17 Januari kemarin mahasiswa terlibat bentrok dengan pihak kampus yang menyebabkan kerusakan fasilitas kampus, luka-luka pada mahasiswa dan satpam kampus. Lalu apakah yang menjadikan kampus IKIP Mataram sebagai kampus dengan potensi konflik yang besar?
Kondisi ini tidak terlepas dari berbagai persoalan yang terjadi di IKIP Mataram. Mahasiswa IKIP Mataram yang merasa terampas hak-hak normatifnya, mulai dari mahalnya biaya pendidikan, fasilitas yang sangat minim, biaya pungutan liar (diluar SPP) yang semakin menjadi-jadi, tidak prosefesionalnya dosen baik dari tingkat kualifikasinya dan kewajibannya untuk mengajar, tidak adanya jaminan kebebasan berorganisasi dan berekspresi bagi mahasiswa, sampai tidak adanya jaminan kejelasan status hukum dari jurusan-jurusan yang ada.
Masih segar diingatkan kita, bagaimana ratusan mahasiswa yang kehilangan masa depannya akibat dibubarkannya 3 jurusan (PGTK jenjang D III, Pendidikan Bahasa Jerman jenjang S1, dan Pendidikan Seni Rupa jenjang S1) pada awal April 2006 lalu. Oleh birokrasi IKIP Mataram, menjanjikan kepada mahasiswa bahwa akan memberikan kejelasan status 3 jurusan tersebut dalam waktu 3 bulan. Dalam artian, birokrasi IKIP Mataram menjanjikan kepada mahasiswa untuk mendapatkan ijin operasional dalam waktu 3 bulan sehingga mahasiswa dapat kembali berkuliah di 3 jurusan tersebut. Akan tetapi, setelah 2 tahun waktu berlangsung, ijin operasional tersebut tidak kunjung datang.
Belum juga berbagai persoalan diatas diselesaikan, mahasiswa IKIP Mataram kembali berhadapan dengan situasi harus kehilangan masa depannya. Hal ini terkait dengan ijin operasional dari jurusan Fisika yang telah berakhir pada 12 April 2008 dan hingga saat ini belum ada upaya dari birokrasi IKIP Mataram untuk memperpanjang ijin operasional tersebut. Tentu hal ini akan berdampak pada kejelasan status hukum dari fakultas tersebut, juga kejelasan status hukum mahasiswa jurusan Fisika itu sendiri. Artinya bahwa, bagaimana bisa seseorang bisa diakui sah secara hukum sebagai mahasiswa jika lembaganya sendiri belum memiliki kejelasan status hukum. Tentu hal ini akan berdampak pada tidak adanya pengakuan terhadap hak-hak dasar mahasiswa, apalagi jika setelah wisuda nanti, mahasiswa akan memasuki dunia pekerjaan. Belum lagi jika mengacu pada data resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dalam rentan waktu Maret hingga Juli 2009, jurusan-jurusan lainnya juga akan habis masa berlaku ijin operasionalnya.
Sementara kita ketahui bahwa, ijin operasional juga memiliki syarat-syarat sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku. Misalnya saja perbandingan jumlah dosen dengan mahasiswa, tentu jumlah dosen tetap harus lebih banyak dari dosen luar biasa dan dosen tamunya. Juga kualifikasi dosen yang minimal magister (S2). Demikian halnya dengan perbandingan jumlah fasilitas dengan mahasiswanya dan kualifikasi faslitasnya. Sementara yang kita ketahui bahwa, sampai saat ini jurusan Fisika belum memiliki laboratorium sebagai sarana praktek utama. Demkian halnya dengan syarat administrasi yang wajib dijalankan oleh birokrasi, yakni memberikan laporan rutin per semester yang akan menjadi pertimbangan DIKTI untuk memberikan ijin operasional dan status akreditasi kampus. Artinya bahwa, jika ingin mendapatkan ijin operasional dan status akreditasi, maka birokrasi IKIP Mataram wajib untuk memenuhi syarat-syarat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan kata lain, ijin operasional dan status akreditasi tidak akan didapatkan jika tidak terpenuhinya syarat-syarat tersebut.
Tentu hal ini membuat situasi kepanikan di tengah mahasiswa IKIP Mataram, khususnya bagi mahasiswa jurusan Fisika. Berbagai upaya dilakukan mahasiswa untuk mendapatkan kejelasan status secara langsung dari birokrasi IKIP Mataram. Forum yang terakhir diadakan dialog antara mahasiswa dengan dekan FPMIPA pada 15 Januari kemarin. Dalam forum tersebut mahasiswa mempertanyakan kejelasan secara langsung dari birokrasi IKIP Mataram perihal kebenaran habisnya masa berlaku ijin operasional. Selanjutnya kejelasan ini untuk mempertanyakan upaya yang telah dan akan dilakukan oleh birokrasi IKIP Mataram terkait dengan pemenuhan syarat-syarat dari ijin operasional tersebut. Akan tetapi, birokrasi tidak memberikan penjelasan yang ilmiah kepada mahasiswa, bahkan seperti yang disampaikan dekan FPMIPA, birokrasi sendiri tidak memahami syarat-syarat ijin operasional dan status akreditasi. Bahkan lebih parah lagi, birokrasi tidak memahami kewajibannya untuk memberikan laporan rutin per semester kepada KOPERTIS dan DIKTI sebagai syarat administrasi pengajuan ijin operasional dan akreditasi kampus.
Karena merasa tidak mendapatkan penjelasan yang ilmiah serta tidak ada upaya sedikitpun dari birokrasi IKIP Mataram untuk memberikan keterbukaan informasi kepada mahasiswa dan segera memperpanjang ijin operasional, ratusan mahasiswa IKIP Mataram kemudian menggelar aksi pada 17 Januari kemarin, untuk menuntut keterbukaan informasi tentang status jurusan Fisika tesebut serta meminta tanggungjawab birokrasi untuk segera mempersiapkan syarat-syarat perpanjangan ijin operasional. Akan tetapi aksi tersebut kemudian dihadang oleh satpam kampus yang berusaha membubarkan aksi secara paksa. Aksi tersebut kemudian menjadi aksi saling pukul, saling lempar antara mahasiswa dengan satpam kampus.
Maka dapat disimpulkan, bahwa tragedi kemarin terjadi akibat dari birokrasi IKIP Mataram yang tidak bijak dalam merespon tuntutan mahasiswa, dan tidak memberikan keterbukaan informasi kepada mahasiswa, sebaliknya menunjukkan sikap reaktif yang juga memancing kemarahan mahasiswa.
Kondisi tersebut tentu saja sangat disesalkan karena tentu merugikan bagi kedua pihak. Dan peristiwa kemarin tidak perlu terjadi jika kedua belah pihak dapat menyelesaikan berbagai persoalan secara bijak serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis. Apalagi, kebebasan berekspresi dan berorganisasi telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945, sehingga mahasiswa bebas dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan tentunya tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, harus dipandang sebagai kritik yang membangun bagi kinerja kerja birokrasi kampus. Oleh karenya, birokrasi kampus IKIP Mataram harusnya mampu menanggapi tuntutan mahasiswa secara bijak, tentu dengan keterbukaan informasi sesuai dengan kondisi sebenarnya dan komitmen untuk memperbaiki kinerja kerjanya.
Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa kampus IKIP Mataram tidak lagi menjadi kampus dengan potensi konflik yang sangat besar. Aksi-aksi mahasiswa akan menjadi mimbar akademik yang membawa kemajuan bagi kampus itu sendiri, menjadikannya sebagai kampus yang ilmiah, demokratis, serta mengabdi kepada rakyat.
Kondisi ini tidak terlepas dari berbagai persoalan yang terjadi di IKIP Mataram. Mahasiswa IKIP Mataram yang merasa terampas hak-hak normatifnya, mulai dari mahalnya biaya pendidikan, fasilitas yang sangat minim, biaya pungutan liar (diluar SPP) yang semakin menjadi-jadi, tidak prosefesionalnya dosen baik dari tingkat kualifikasinya dan kewajibannya untuk mengajar, tidak adanya jaminan kebebasan berorganisasi dan berekspresi bagi mahasiswa, sampai tidak adanya jaminan kejelasan status hukum dari jurusan-jurusan yang ada.
Masih segar diingatkan kita, bagaimana ratusan mahasiswa yang kehilangan masa depannya akibat dibubarkannya 3 jurusan (PGTK jenjang D III, Pendidikan Bahasa Jerman jenjang S1, dan Pendidikan Seni Rupa jenjang S1) pada awal April 2006 lalu. Oleh birokrasi IKIP Mataram, menjanjikan kepada mahasiswa bahwa akan memberikan kejelasan status 3 jurusan tersebut dalam waktu 3 bulan. Dalam artian, birokrasi IKIP Mataram menjanjikan kepada mahasiswa untuk mendapatkan ijin operasional dalam waktu 3 bulan sehingga mahasiswa dapat kembali berkuliah di 3 jurusan tersebut. Akan tetapi, setelah 2 tahun waktu berlangsung, ijin operasional tersebut tidak kunjung datang.
Belum juga berbagai persoalan diatas diselesaikan, mahasiswa IKIP Mataram kembali berhadapan dengan situasi harus kehilangan masa depannya. Hal ini terkait dengan ijin operasional dari jurusan Fisika yang telah berakhir pada 12 April 2008 dan hingga saat ini belum ada upaya dari birokrasi IKIP Mataram untuk memperpanjang ijin operasional tersebut. Tentu hal ini akan berdampak pada kejelasan status hukum dari fakultas tersebut, juga kejelasan status hukum mahasiswa jurusan Fisika itu sendiri. Artinya bahwa, bagaimana bisa seseorang bisa diakui sah secara hukum sebagai mahasiswa jika lembaganya sendiri belum memiliki kejelasan status hukum. Tentu hal ini akan berdampak pada tidak adanya pengakuan terhadap hak-hak dasar mahasiswa, apalagi jika setelah wisuda nanti, mahasiswa akan memasuki dunia pekerjaan. Belum lagi jika mengacu pada data resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dalam rentan waktu Maret hingga Juli 2009, jurusan-jurusan lainnya juga akan habis masa berlaku ijin operasionalnya.
Sementara kita ketahui bahwa, ijin operasional juga memiliki syarat-syarat sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku. Misalnya saja perbandingan jumlah dosen dengan mahasiswa, tentu jumlah dosen tetap harus lebih banyak dari dosen luar biasa dan dosen tamunya. Juga kualifikasi dosen yang minimal magister (S2). Demikian halnya dengan perbandingan jumlah fasilitas dengan mahasiswanya dan kualifikasi faslitasnya. Sementara yang kita ketahui bahwa, sampai saat ini jurusan Fisika belum memiliki laboratorium sebagai sarana praktek utama. Demkian halnya dengan syarat administrasi yang wajib dijalankan oleh birokrasi, yakni memberikan laporan rutin per semester yang akan menjadi pertimbangan DIKTI untuk memberikan ijin operasional dan status akreditasi kampus. Artinya bahwa, jika ingin mendapatkan ijin operasional dan status akreditasi, maka birokrasi IKIP Mataram wajib untuk memenuhi syarat-syarat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan kata lain, ijin operasional dan status akreditasi tidak akan didapatkan jika tidak terpenuhinya syarat-syarat tersebut.
Tentu hal ini membuat situasi kepanikan di tengah mahasiswa IKIP Mataram, khususnya bagi mahasiswa jurusan Fisika. Berbagai upaya dilakukan mahasiswa untuk mendapatkan kejelasan status secara langsung dari birokrasi IKIP Mataram. Forum yang terakhir diadakan dialog antara mahasiswa dengan dekan FPMIPA pada 15 Januari kemarin. Dalam forum tersebut mahasiswa mempertanyakan kejelasan secara langsung dari birokrasi IKIP Mataram perihal kebenaran habisnya masa berlaku ijin operasional. Selanjutnya kejelasan ini untuk mempertanyakan upaya yang telah dan akan dilakukan oleh birokrasi IKIP Mataram terkait dengan pemenuhan syarat-syarat dari ijin operasional tersebut. Akan tetapi, birokrasi tidak memberikan penjelasan yang ilmiah kepada mahasiswa, bahkan seperti yang disampaikan dekan FPMIPA, birokrasi sendiri tidak memahami syarat-syarat ijin operasional dan status akreditasi. Bahkan lebih parah lagi, birokrasi tidak memahami kewajibannya untuk memberikan laporan rutin per semester kepada KOPERTIS dan DIKTI sebagai syarat administrasi pengajuan ijin operasional dan akreditasi kampus.
Karena merasa tidak mendapatkan penjelasan yang ilmiah serta tidak ada upaya sedikitpun dari birokrasi IKIP Mataram untuk memberikan keterbukaan informasi kepada mahasiswa dan segera memperpanjang ijin operasional, ratusan mahasiswa IKIP Mataram kemudian menggelar aksi pada 17 Januari kemarin, untuk menuntut keterbukaan informasi tentang status jurusan Fisika tesebut serta meminta tanggungjawab birokrasi untuk segera mempersiapkan syarat-syarat perpanjangan ijin operasional. Akan tetapi aksi tersebut kemudian dihadang oleh satpam kampus yang berusaha membubarkan aksi secara paksa. Aksi tersebut kemudian menjadi aksi saling pukul, saling lempar antara mahasiswa dengan satpam kampus.
Maka dapat disimpulkan, bahwa tragedi kemarin terjadi akibat dari birokrasi IKIP Mataram yang tidak bijak dalam merespon tuntutan mahasiswa, dan tidak memberikan keterbukaan informasi kepada mahasiswa, sebaliknya menunjukkan sikap reaktif yang juga memancing kemarahan mahasiswa.
Kondisi tersebut tentu saja sangat disesalkan karena tentu merugikan bagi kedua pihak. Dan peristiwa kemarin tidak perlu terjadi jika kedua belah pihak dapat menyelesaikan berbagai persoalan secara bijak serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis. Apalagi, kebebasan berekspresi dan berorganisasi telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945, sehingga mahasiswa bebas dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan tentunya tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, harus dipandang sebagai kritik yang membangun bagi kinerja kerja birokrasi kampus. Oleh karenya, birokrasi kampus IKIP Mataram harusnya mampu menanggapi tuntutan mahasiswa secara bijak, tentu dengan keterbukaan informasi sesuai dengan kondisi sebenarnya dan komitmen untuk memperbaiki kinerja kerjanya.
Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa kampus IKIP Mataram tidak lagi menjadi kampus dengan potensi konflik yang sangat besar. Aksi-aksi mahasiswa akan menjadi mimbar akademik yang membawa kemajuan bagi kampus itu sendiri, menjadikannya sebagai kampus yang ilmiah, demokratis, serta mengabdi kepada rakyat.
Sabtu, 18 Oktober 2008
Langganan:
Komentar (Atom)